|
Jum'at, 19 desember 2008
Saudaraku,"Eneng" Meninggal Dunia.
Innalillaahi wainnailaihi raaji'uun.
Sesungguhnya kami milik Alloh, dan kepada-Nya lah kami kembali.
Keluarga besar Klinik Sehat Forsimpta khususnya Divisi Sosial, turut berduka atas meninggalnya saudara kita "Eneng (Siti Nurhasanah)" yang sudah hampir satu bulan terbaring di RS Fatmawati. semoga Alloh SWT menerima & melipatkan amal kebajikannnya selama hidup dan mengampuni segala dosa yang pernah diperbuat. Kepada keluarga yang ditinggalkan, Percayalah bahwa Apapun yang ditakdirkan Alloh untuk kita di dunia ini, itu pasti yang terbaik.
Kita Hanya Bisa Berikhtiar.
Bagi kami, meninggalnya Eneng adalah sebuah pelajaran yang teramat berharga. bahwa kita hanya bisa berikhtiar, sedang keputusan hanya ada pada Alloh SWT. Bahwa siapaun kita, ketika Alloh sudah berkehendak memanggil, maka tak ada satu alasanpun untuk menolak panggilan itu.
Terima kasih kami dan bangga kepada segenap staff Klinik Sehat dan FORSIMPTA khususnya kepada Bidang Sosial serta Bapak Turiman dari ROHIS RS Fatmawati yang dengan penuh perhatian telah membantu proses pengobatan terhadap sahabat dhuafa kita ini. Kamis, 18 Desember 2008 ba'da dzuhur kemarin, Eneng telah dimakamkan dan besok Klinik Sehat masih menyisakan tanggung jawab kepada pihak RS Fatmawati yang kabar terakhir akan memberikan tagihan sebesar +/- Rp. 39.000.000,- .
Kami yakin kepada Allah SWT sebagaimana rasa terima kasih dan doa yang mendalam dari keluarga almarhumah kepada semua donatur agar dimudahkan semua urusannya di dunia dan di akhirat nanti.
Kami masih menantikan uluran tangan dari para muhsinin yang bersedia membantu meringankan biaya Rumah Sakit yang masih terhutang dan dengan niat yang ikhlas kami ingin terus membantu Ibu dan adik Almarhumah.
semoga Alloh SWT memudahkan langkah kita semua ke Surga-Nya, amin.
Rabu, 17 Desember 2008
Mari, Menjadi Sahabat Mereka
Keluarga bu Rahmi mewakili satu dari sekian banyak saudara kita yang hidup di bawah garis kemiskinan. Akan tetapi hanya mewakili sedikit saja dari orang-orang miskin yang berusaha menjaga "iffah" dengan tidak meminta belas kasihan dari orang lain.
Cerita Bu Rahmi diawali ketika Alloh berkehendak memanggil suami tercinta disaat kedua anaknya yang masih duduk dibangku sekolah sangat membutuhkan perhatian terutama materi untuk bisa melanjutkan sekolahnya. Dengan segenap kekuatan yang dimiliki, bu Rahmi bertekad untuk tetap melanjutkan cita-cita keluarga untuk bisa menyekolahkan anaknya.
Adalah si Eneng, anak pertama dari keluarga ini yang mewarisi semangat hidup kedua orang tuanya. Selepas tamat dari SMA ia berkeinginan kuat untuk bisa bekerja membantu perekonomian keluarga sekaligus membiayai adiknya yang masih duduk di bangku SMK. Gayung bersambut, ia diajak untuk bekerja di Malaysia oleh salah satu kenalannya. Namun sayangnya, baru beberapa bulan bekerja tiba-tiba dia mengalami kelumpuhan total.
Sekali lagi, Bu Rahmi diuji Allah SWT untuk bisa tetap sabar ketika kabar yang datang menyebutkan beberapa rumah sakit di Malaysia angkat tangan menangani penyakit yang diderita anak tercintanya. Dengan pekerjaan yang sekarang ditekuninya (menjadi finishing produk garmen) Bu rahmi berusaha untuk tetap ikhlas menghadapi apapun kemungkinan yang akan menimpa kepada dia dan keluarganya.
Dengan berbagai pertimbangan yang ada akhirnya Klinik Sehat memasukkan keluarga Bu Rahmi ini dalam program Sahabat Dhuafa.
"Eneng" Kami Bawa Ke RS Fatmawati.
Untuk mengetahui lebih jauh apa sebenarnya yang menyebabkan kelumpuhan itu akhirnya Eneng kami bawa ke RS Fatmawati. Setelah diobservasi hampir sebulan di RS Fatmawati Jakarta akhirnya diketahui bahwa ia mengidap kanker otak hingga harus segera dioperasi. Akhirnya kami pun menyetujui, walaupun berat rasanya karena ini adalah pilihan keluarga juga yang tidak ingin anaknya semakin menderita.
Sampai tulisan ini kami terbitkan, Eneng belum juga tersadar dari koma-nya. Hanya kepada Allah SWT sajalah kami berharap diberikan yang terbaik bagi Eneng, keluarganya & kami yang ingin terus memberikan apa yang kami bisa.
Saudaraku, mari berempati, mencoba merasakan apa yang dirasa oleh keluarga ini.
Saudaraku, mari ikut dalam program sahabat dhuafa Klinik Sehat Forsimpta (Forum Silaturahim Masjid Perkantoran Jakarta)
Saudaraku, mari menjadi sahabat bagi mereka, menjadi sahabat bagi kaum dhuafa.
|